“Kenapa gue harus bertingkah sok dewasa kaya Kaisar? Memangnya Kaisar itu tipe cowok idaman lo banget ya, Rin?” “Iya!” Deg! Setelah mendengar jawaban itu Satria benar-benar murung. Dia menghabiskan makanannya dalam diam, setelahnya ia segera pergi ke lantai atas. Arin mengernyitkan keningnya, melihat Satria yang mendadak lesu dan berjalan seperti mayat hidup. Terlebih lagi Satria masuk ke kamar sebelah kamar Arin. “Kok dia jadi lemes banget? Apa gue keterlaluan, ya?” gumam Arin. Meskipun Arin sempat berpikir seperti itu tetapi Arin bukanlah sosok orang yang terlalu memikirkan orang lain di sekitarnya. Waktu berlalu begitu saja, seperti biasa meski hanya mengurung diri di dalam kamar, Satria merasa stress dan kecewa berat sebab istrinya malah memiliki tipe pria idaman seperti Kaisar, s

