*** Setelah mendengar perkataan Axel digudang siang itu, Sisi berusaha menahan egonya untuk melampiaskan amarahnya pada Axel. Ia ingin sekali mendengar penjelasan Axel. Tapi sayangnya bangku Axel kosong sampai jam pelajaran berakhir. Kemana Axel? Tanya Sisi dalam hati. "Si, pulang bareng yuk!" ajak Dipta sambil menyampirkan tas ranselnya ke pundak. "Sorry, Dip. Lo duluan aja. Gue masih ada urusan!" Sisi bergegas keluar dari kelas dengan langkah cepat. Hanya satu tujuannya kali ini, mencari Axel. Sisi menelpon Axel berkali-kali tapi tak ada respon dari cowok itu. Sisi menghela nafas panjang dan memulai pencariannya dari area kantin. Mungkin saja Axel ada disana. Setelah mengedarkan pandangannya ke seluruh kantin yang sudah sepi, Sisi masih belum juga menemukan Axel. Tak ingin menyerah

