SEMBILAN BELAS

1374 Kata

*** Jangan pernah berharap gue bakalan suka sama lo! Sisi menyeka kedua pipinya yang terus basah. Ia berlari kencang menyusuri koridor kelas. Langkahnya menuju ruang OSIS yang ada di lantai dua. Setelah menutup pintu ruangan itu, tubuh Sisi langsung luruh ke lantai. Tangisnya pecah menggema memenuhi ruangan. Ucapan terakhir Axel begitu menyakitkan. Seolah-olah memang sejak dulu Axel tidak pernah menaruh rasa untuknya. Lalu apa arti kebersamaan mereka selama ini? Apa arti perhatian Axel? Dan apa arti permintaan maaf Axel? Semuanya hanya omong kosong dan bodohnya Sisi begitu mempercayai laki-laki yang dulu pernah menorehkan luka dalam hatinya. Tangisan Sisi semakin kencang. Ia menekuk kedua lututnya, memeluknya dan menenggelamkan wajahnya diantara lipatan kedua tangannya. Tak ada yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN