"Kami pertama bertemu di pemakaman. Aku sedang terisak menangisi keluargaku yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas dan menyisakanku seorang diri di dunia ini, sedangkan Aksa saat itu entah apa yang terjadi padanya... dia seperti habis berkelahi dengan wajah bonyok dan lebam dimana-mana." buka Vanilla setelah mendapati Risa sadar dari keterkejutannya tentang kisah Aksa dan Vanilla yang tidak pernah ia dengar. Tentang bagaimana hubungan mereka sebelum Risa hadir di antara mereka. "Langkahnya yang terseok itu tidak menghalanginya untuk bersikap congkak. Ia memandang rendah ke arahku dan bertanya siapa namaku dan berapa umurku. Kemudian mengajakku berteman dengan alasan dia menyukai gaya menangisku." lanjutnya terkekeh sedang Risa masih setia mencerna tiap cerita yang baru pertamakali i

