"Aku minta maaf." lirih perempuan itu di seberang sana dengan terisak. "Kali ini kau salah sambung lagi?" balas suara serak itu malas. Tidak ada jawaban. Panggilan itu berakhir dalam hitungan tiga puluh detik. Miko berusaha kembali tertidur meski hasilnya nihil. Setelah panggilan dari Risa mengusik tidurnya, pria itu terjebak oleh rasa penasaran. Apakah acara lamaran yang dua orang itu agendakan hari ini berjalan lancar? Apa karena itu Risa meminta maaf? Dia bahkan tidak memberi Miko kesempatan untuk mengejarnya, lalu untuk apa permintaan maaf tersebut? Sial! *** "Selamat pagi." Risa menyapa Aksa yang telah rapi di depan kamarnya. Pria itu tersenyum simpul, mengulurkan tangan untuk digenggam. Hening membisu. Risa tidak tahu akan secanggung ini setelah pembicaraan mereka semalam berak

