"Kau ingat toko Paparoti?" Miko melarikan ekor matanya pada Risa saat mendengar pertanyaan perempuan itu yang masih memandangi jendela. "Kudengar dia buka cabang di sekitar sini. Bisa kita singgah sebentar?" Miko mengangguk canggung setelah memastikan masih tersisa banyak waktu yang tersisa sebelum mereka mengadakan rapat besar bersama seluruh kru produksi. Pajero Sport andalannya berhenti di area parkir sebuah toko roti yang telah ramai oleh pengunjung. Toko ini menyimpan kenangan tersendiri bagi Miko dan Risa. Itulah menagapa Miko tidak mengatakan apapun ketika Risa meminta untuk singgah di toko itu. Risa menjadi yang pertama keluar dari mobil, disusul Miko yang mengikuti dengan setia bak pelayan di belakangnya. "Kupikir kau alergi kacang. Apa semua yang ada dalam dirimu juga berubah?

