“Aku membunuhnya... ibu kami.” satu kalimat yang berhasil Kanaya loloskan setelah lama terdiam berhasill membuat Risa mematung di tempatnya. Terlalu terkejut juga bingung harus bereaksi seperti apa. “Ibuku, membesarkan dua anak yang salah satu bertugas untuk meyelamatkan nyawanya dan satu lagi membunuhnya.” imbuhnya tanpa peduli apakah Risa masih mendengarkan atau tidak. Kanaya hanya ingin mengakui kenyataan. Perempuan itu bercerita bagaimana awal mulanya dua saudara kembar yang saling mengasihi berakhir menyedihkan hanya dalam satu malam. Kenangan menyakitkan itu membawa Kanaya pada 9 tahun silam, saat dirinya pertama kali kembali ke rumah setelah menyelesaikan pendidikannya di luar negeri. Tidak akan pudar dalam benaknya bagaimana sang bibi memanipulasi masa lalu sepupunya untuk kepent

