Makan

1072 Kata

Anna tidak menyangka bahwa apa yang dikatakan Aksa untuk menjemputnya esok pagi hari maksudnya adalah sepagi ini. Matahari bahkan belum bersinar dengan sempurna ketika pintu rumahnya diketuk dengan berlebihan oleh pria itu. “Tidurmu nyenyak?” tanya Aksa dengan cengiran lebar. Luka sobek di ujung bibirnya seolah bukan masalah. Aksa terlihat seperti tidak memiliki beban hidup di mata Anna. Bagaimana bisa Aksa bergerak dengan tubuh jangkung yang kurus itu dan seolah baik-baik saja setelah kemarin nyata-nyata penuh lebam? “Kamu baik-baik saja? Kurasa memeriksakan sesuatu di kepalamu lebih penting daripada tidurku.” Anna menjawab dengan kecemasan yang kentara dari caranya menatap Aksa. Alih-alih memeriksa apakah tubuhnya baik-baik saja, kewarasan pria itu lebih mengkhawatirkan bagi Anna. “Ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN