Ruangan putih itu tampak begitu menyilaukan tatkala Aksa membuka matanya. Sekujur tubuh pria itu terasa remuk. Ia baru saja kembali dari perjalanan panjang. Kepalanya menoleh ke kiri dan kanan, hanya beberapa pengawal yang sedang berjaga di sekitar ranjang. “Bisa kau bantu aku pergi dari sini?” gumamnya dengan lemah. “Kami tidak bisa, tuan.” “Kalau begitu pergi dari sini.” titahnya menahan kesal. Para penjaga itu tidak langsung bergerak dan hanya saling tatap. Aksa menautkan kedua alisnya, meski ia tidak begitu dianggap berharga di keluarga D, setidaknya semua yang bekerja di bawah pengawasan keluarga D akan menurut padanya. “Kami tidak bisa, tuan.” jawab salah satu dari penjaga itu dengan ragu. Mereka dapat merasakan aura dingin Aksa yang tengah menahan kesal. “Berikan ponselku.” K

