"PEMBUNUH! LO NGEBUNUH IBU GUE!! KENAPA GAK LO AJA YANG MATI, HA?!" teriak pemuda itu kepada seorang gadis yang terjerembab tak berdaya di lantai. Perempuan dengan gaun hitam itu hanya terdiam menerima makian dan kebencian dari lelaki di hadapannya. Orang-orang di sekitar mereka pun hanya bisa diam melihat dari kejauhan. "KENAPA LO NGEBUNUH IBU GUE, HA?! JAWAB!! KENAPAAA?!" Teriakan pemuda itu kian melengking bersamaan dengan emosinya yang meluap, beberapa lelaki dewasa mencoba menahan dirinya tatkala ingin kembali melampiaskan kemarahannya dengan menyakiti perempuan tak berdaya tersebut. "LO LEBIH PANTAS MATI DARIPADA IBU GUE! MATI LO!" Kali ini teriakannya disertai dengan ayunan tangan yang mencoba menghantamkan vas bunga. Semua orang berteriak. "KANAYA!" “AKSA!” Saudara kembar yan

