"Mas, Mas Tama... Sudahan dong ngambeknya," bujuk Dhira sambil berbaring di atas kasus. Bertingkah manja untuk meluluhkan hati Tama yang sedang merajuk. Tama masih hening, ia tak menggubris bujukan dari Dhira. Sama seperti Dhira, Tama berbaring di atas kasur, menutup seluruh wajahnya menggunakan selimut. 'Siapa suruh mengerjaiku,' batinnya. "Damian yang punya ide jahil seperti itu. Aku bisa apa? Sebagai seorang adik yang patuh dengan saudara laki lakinya, tentu saja aku cuma bisa setuju. Lagian sih, mas pake acara cemburu segala." Dhira terus membujuk Tama, suaranya bahkan nyaris berteriak karena Tama yang sejak tadi tak kunjung menanggapi permintaan maafnya. Bak berbicara dengan tiang listrik bertegangan tinggi, Dhira memiliki satu ide yang di anggapnya manjur. "Ngomong dong ya. Nanti

