"Dhira, aku tunggu kamu di bawah ya. Nikmati malam ini, nanti hubungi aku kalau sudah mau pulang. Ok?" Membelai rambut Dhira lalu mengecup kepalanya dari samping. "Iya mas, makasih ya." Dhira menipiskan bibirnya sempurna. Perlakuan Tama memantik cuitan dan teriakan iri para perempuan yang hadir di sana. "Dina, Noni, Elindra, ingat ya cuma sampai jam sebelas paling lama." "Siap, Tuan," sahut Mbak Dina. "Okey dokey." "Aman deh pokoknya." Noni dan Elindra ikut menimpali. Acara bridal shower kembali berlanjut. Beberapa buket bunga secara bergantian di terimanya dari para karyawannya. Untaian kata harapan dan doa pun secara bergantian di ungkapkan beberapa perwakilan dari karyawan, di mulai dari Mbak Dina, Noni, Elindra. "Kami berharap bu bos selalu di karunia kebahagiaan dalam pernik

