POV NADIA Aku merasakan air mataku ikut mengalir, membasahi pipi saat Lucio menceritakan masa lalunya yang kelam. Ibunya selingkuh, Ayahnya bunuh diri. Kisah yang begitu menyakitkan, dan tiba-tiba, monster yang selama ini kukenal berubah menjadi seorang anak laki-laki yang menggemaskan. Aku tidak bisa menahan diri. Aku melangkah maju, memeluknya. Aku membenamkan wajahnya ke dadaku. Tubuhnya yang besar, kekar terasa kaku. Aku bisa merasakan getaran di bahunya. "It's Okey. Menangislah, Tuan!" bisikku, suaraku tercekat. "Ada aku di sini." Aku membiarkan dia bersandar dan aku tak menyangka dia membalas pelukanku — merangkul pinggangku, dan aku bisa merasakan semua bebatuan berat dari trauma dan kepura-puraan yang dilepaskannya. "Terima kasih, Nadia." Setelah beberapa saat, dia melepa

