Chapter 137 : Rumah Bernama Rindu

1087 Kata

Jam sudah menunjukkan pukul 08.30 pagi ketika sinar matahari menyelinap lembut dari celah tirai ruang tengah rumah mereka di Semarang. Tapi di dalam kamar, dua tubuh masih terlena dalam dunia mimpi. Miura dan Yulianto masih saling berpelukan, seperti dua potongan puzzle yang akhirnya bertemu dengan bentuk pasnya. Napas mereka teratur, damai, dan seolah-olah waktu tak berani menyentuh kedamaian itu. Di ruang depan, suasana sangat kontras. Phoenix, si kecil penuh energi, sudah bangun dari pukul tujuh pagi. Dengan santainya, ia duduk bersila di depan televisi sambil menonton film kartun favoritnya. Tangan mungilnya sibuk mengaduk-aduk tumpukan snack oleh-oleh dari Kejari Banjarnegara. Bungkusannya sudah berantakan di mana-mana. Sofa dipenuhi remahan keripik tempe, karpet belepotan remah kue

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN