Langit di atas Stadion Soemitro Kolopaking Banjarnegara tampak mulai memerah. Tak ada awan, matahari mulai surut dan lampu stadion mulai menyala, seolah tak mau ketinggalan ikut menyaksikan sejarah yang hendak tercipta di lintasan nomor 800 meter putri. Ribuan penonton sudah duduk rapi, sebagian berdiri di pagar pembatas, sebagian lagi berkerumun di tribun kehormatan, bersorak dan memegang spanduk bertuliskan nama Miura dengan penuh semangat. Sementara itu di lapangan menjelang persiapan 800 meter putri, Miura yang masih mengenakan jersey Banjarnegara, berdiri di tengah lingkaran wartawan dan sukarelawan yang ingin bersalaman. Beberapa anak kecil menyodorkan kaus dan poster darurat agar ditandatangani. Gadis-gadis remaja menangis karena haru, mengabadikan Miura dalam video dan selfie deng

