Matahari menebar cahaya hangat dari balik bukit-bukit di Banjarnegara. Stadion Soemitro Kolopaking pagi itu tak hanya jadi arena olahraga, tapi menjadi saksi sebuah kebangkitan. Spanduk besar bertuliskan RUNNING FOR CARE – Lari Untuk Cinta, Lari Untuk Sesama berkibar megah di langit-langit stadion. Ribuan pasang mata—anak-anak, remaja, orang dewasa bahkan lansia—memenuhi tribun. Mereka bukan hanya datang untuk menyaksikan, tapi membawa semangat dan harapan. Di tengah gemuruh antusiasme itu, Farida Mayang Sari berdiri di podium. Kajari yang mulai menjadi inspirasi banyak perempuan karena ketegarannya itu mengenakan seragam putih dengan syal batik merah marun melingkari leher. Di belakangnya, tampak Yulianto Atmaja dan Malda Miura berdiri bergandengan tangan, tersenyum dalam balutan busana

