Paris. Kota cahaya yang kini berubah menjadi pusat dunia. Olimpiade 2024, pesta olahraga terbesar umat manusia, akhirnya mencapai babak paling ditunggu: cabang atletik. Stadion utama—Stade de France—berubah menjadi lautan warna, bendera, dan nyanyian dari ribuan penonton yang datang dari penjuru dunia. Atletik memang bukan sekadar olahraga. Sejak zaman kuno, sejak 776 SM, saat para lelaki Yunani berlari t*******g di Olympia untuk memuja para dewa, atletik sudah menjadi pusat kebanggaan. Ketika Olimpiade modern dimulai di Athena pada 1896, atletik dinobatkan sebagai “raja olahraga”. Dan hingga kini, ia tetap berdiri sebagai poros. Dari lari gawang, maraton, jalan cepat, lempar lembing, lompat galah, hingga lari jarak menengah—semuanya mencerminkan semangat manusia melampaui batas tubuh dan

