Chapter 165 : Semifinal yang Menggetarkan Dunia

1155 Kata

Stadion Olimpiade sore itu terasa berbeda. Matahari condong ke barat, menyinari lintasan merah yang sebentar lagi akan menjadi saksi lahirnya sejarah. Sorak-sorai penonton menggelegar, bercampur dengan teriakan-teriakan khas dari berbagai bahasa dunia. Kamera televisi dunia sudah siaga, mikrofon komentator berdengung, sementara Miura berdiri di garis start nomor 800 meter semifinal putri. Pagi tadi ia sudah menghabiskan banyak tenaga di penyisihan 400 meter, tapi Miura tidak pernah tampak lelah. Justru sorot matanya semakin tajam, penuh bara. Seakan setiap detik adalah panggung untuk membuktikan sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar medali. Di tribun, bendera berbagai negara berkibar. Spanduk bertuliskan “Miura Spirit”, “Run for Dreams”, hingga “Semarang to the World” terbentang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN