Malam hari Mas Farhan pulang dengan wajah kuyu, lelah dan pucat. Seperti biasa, suster Yanti akan lebih dulu menghampiri Mas Farhan kala ia pulang kerja. Udah kayak istrinya aja dia. “Pak, saya bawakan tasnya,” ucap suster Yanti yang buru-buru menghampiri Mas Farhan. Tanpa mengatakan apapun, Mas Farhan menyerahkan tasnya pada suster Yanti. Mas Farhan langsung berjalan menuju kamar, sedangkan aku berada di ruang nonton sambil memperhatikan sikap suster Yanti. Tepat saat Mas Farhan membuka kamar dan mau masuk kamar, suster Yanti malah ngikut masuk kamar dari belakang. Ngak beres ini, kudu di luruskan. Dengan jurus cepat aku bergegas masuk kamar juga. “Kamu harus tahu batasan, jangan sekali-kali masuk kamar saat Mas Farhan ada di kamar,” ucapku berbisik di kupingnya. Mulai main cara li

