Bukan Cahaya yang Dulu

2115 Kata

Pertengkaran yang tadinya begitu heboh terdengar kini sudah tak terdengar lagi. Karena Neli sudah pulang dan mengakui kekalahannya, atas pembuktian yang dilakukan Caca tadi. Namun, Neli puas dengan apa yang didapatkannya. Karena kekalahan yang ia alami bukakanlah kekalahan yang sesungguhnya. Melainkan kemenangan yang tertunda. Sekaligus kehancuran Rama di depan nanti, jika ucapan Caca tidak benar sama sekali. "Alah! Cuma cium-cium begitu saja! Anak kecil juga bisa melakukannya!" ejek Neli. Mencibir apa yang dilakukan Caca kepada Rama barusan. Padahal yang lainnya sudah meleleh atas pembuktian tersebut. Dan Rama sendiri kini sudah tak mampu bernafas seperti biasa. "Jadi kau ingin apa, hah? Ingin saya dan Rama main kuda-kudaan di sni? Iya?" tantang Caca. Dengan kedua mata yang nyaris sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN