CANDY Mobil Dirga berhenti di depan rumahku malam harinya untuk mengajakku pergi. Hari ini terasa begitu lebih cepat daripada biasanya. Aku sendiri tidak tahu mengapa hari-hari sebelum kepergian Dirga justru membuatku terasa aneh. Seolah hal ini tidak hanya menyangkut studi yang akan ditempuhnya di Melbourne. “Hmm… pasti seru tuh berdua-duaan sebelum ditinggal ke Melbourne…” Belum-belum Nada sudah menggoda ketika aku melewatinya hendak keluar rumah. Saat kubalas pandangannya, dia hanya menyengir kuda. “Berdua apaan?” Aku melempar tasku ke arahnya. Dengan sigap Nada menangkap tas itu sambil memanyunkan bibirnya. Aku mendekati Nada dengan langkah hiperbolis. “Cara kami bersenang-senang lebih banyak membahagiakan orang lain sih.” Meskipun begitu, hari ini Dirga ingin mengajakku hanya b

