CANDY Kami berdua berbaring memandang bintang-bintang yang terlihat sangat jelas dari atas bukit tak jauh dari rumahku malam harinya. Seperti saat kami mengamati bintang dan mulai bermain menggapai bintang tersebut sambil mengatakan apa yang ada di pikiran masing-masing. Untunglah langit tidak mendung sehingga kami berdua dapat menikmati gemerlapan bintang di atas sana. “Udah dapat, kan, bintangnya?” tanya Dirga sambil mengulurkan tangannya dan menggenggam bintang semu yang didapatnya. Aku yang ikutan menggenggam bintang semu yang kuperoleh menganggukkan kepala. “Udah.” “Sekarang kita dekap bintang yang kita tangkap tadi…” Dirga mendekap bintang imajinasinya sambil tersenyum. Aku juga mengikuti setelah itu dan menunggu instruksi selanjutnya meskipun aku sudah tahu apa yang akan kami

