Seminggu setelah acara tahun baru yang diadakan paman Noah, Hazel masih dengan rutinitas yang sama. Ia sibuk dengan kelasnya, meski pelajarannya tidak terlalu sulit, namun untuk mata pelajaran yang menggunakan rumus, yang ia tidak pelajari terasa asing baginya untuk memahaminya. Hazel tidak pernah belajar sejak ia putus sekolah, membuat ia sangat gagu dengan angka dan rumus. “Susah ya…” seorang ibu paruh baya menyeletuk di sampingnya. Hazel tengah termenung memikirkan hal hal yang belum sempat ia lakukan, ia tidak punya kesempatan untuk meminta tolong Sofia atau Pandji, orang yang Hazel kenal sebagai orang yang ia tahu cukup pintar dalam belajar. Gadis itu tersenyum ia tidak tahu harus merespon apa terhadap ucapan sang wanita paruh baya, sejak ia masuk, ia tidak benar-benar mengakrabkan

