Saat kembali dari tanggung jawabnya mengantar pesanan, Hazel menagih cerita yang sempat terputus. Untungnya restoran kini menjadi sepi, benar-benar sepi, sehingga mereka bisa menggunakan kompor hanya untuk memasak makan malam mereka berempat. Setelah makan malam bersama, paman Amir yang tampak lelah di wajahnya. Ia lagi-lagi keluar untuk merokok. Dan ibu Nadya memilih duduk di belakang meja kasir dan menikmati koleksi majalah yang tersimpan di sana milik bibi kasir yang sedang cuti. “Sofia, dia sedang mengurus nenek di sana.” “Lalu?” tanya Hazel datar. “Bukannya aku tidak perduli atau apa, tapi bukannya memang sejak dulu?” “Ya, nah dari itu. Ayah memutuskan untuk mengajak nenek pindah bersama kami.” Hazel memasang wajah penasaran dengan cerita selanjutnya mengenai keputusan Sofia. Ia

