Beberapa kali ketukan di balik pintu kamarnya tidak diindahkan, ia malah menaikan volume televisi yang ia nyalakan. Ryan tahu itu Mikail, dari suara terdengar dari luar meminta untuk di buka, ia berpura-pura tidak mendengarnya. Ryan memilih melempar makanannya di sofa dan berbaring di kasur hingga terlelap. Ia melupakan akan perutnya yang kosong. * Saat mereka berempat tengah berkumpul, Noah datang ke kamar Arnesh. “Apa ini, seperti sarang pelaku kriminal.” “Ada apa?” tanya Arnesh dengan wajah serius. “Ada beberapa keluhan dari beberapa pengunjung, dan aku sangat tahu itu ditujukan untuk siapa.” Dia tertawa mengingat beberapa keluhan yang diajukan dari para pekerjanya dari pengunjung. Noah melirik mereka berempat, “dimana bocah itu?” yang di maksudnya ialah Ryan. “Kemarin dia yang d

