Cahaya menunduk menatap lengan yang tiba-tiba melingkar di pinggangnya. Ia tersenyum ketika sosok suaminya yang melakukan. “Kenapa sendirian di sini, hm?” bisik Naufal dengan suara lembutnya “Cahaya mau cari angin, mas.” “Mas lihat sedih gitu wajahnya, kenapa?” “—“ Cahaya terdiam sejenak. Ia sedang memikirkan kejadian tadi pagi, di mana tatapan Farah dan Rifki tidak biasa. Sepertinya mereka saling mengenal. Tapi kenapa tidak bertegur sapa? Hal tersebut yang menjadi pertanyaan besar di kepalanya. Perasaannya tidak mungkin salah. “Kok diam? Ada masalah?” Cahaya berbalik badan dan seketika tatapannya bertemu dengan mata indah milik sang suami. Jemari Naufal mengelus pipi Cahaya sembari menatapnya lekat. “Apa mas tidak merasa aneh dengan kejadian tadi pagi? Cahaya merasa ada sesuat

