“Alhamdulillah.” Cahaya mengelus perutnya yang terasa kenyang. “Sudah kenyang?” Cahaya mengangguk sembari tersenyum. “Alhamdulillah, sudah.” Naufal ikut tersenyum melihatnya. Ia mengelus perut buncit istrinya dengan lembut dan penuh kasih sayang. Semua makanan yang ia pesankan untuk istrinya dihabiskan sampai tidak tersisa. “Lapar banget, ya?” Naufal terkekeh geli mengingat bagaimana istrinya makan. Terlihat seperti orang tidak makan berhari-hari. “Iya. Perut Cahaya lapar banget, kak.” “Emangnya nggak boleh kalau Cahaya makan banyak?” ucapnya dengan wajah sedih “Siapa yang bilang seperti itu, hm? Barusan aku cuma tanya saja. Justru aku senang kalau kamu makannya banyak.” Naufal tidak pernah mempermasalahkan berapa banyak porsi makan istrinya. Yang terpenting istri dan kandu

