Dengan tangan saling menggenggam Naufal dan Cahaya berjalan menuju ruang makan. Seperti biasa, setiap pagi mereka selalu sarapan sebelum melakukan aktivitas. “Pagi, Pa, Ma!” sapa Naufal “Pagi!” “Lama sekali kalian?” ujar Arkana “Maaf! Ada sesuatu hal yang harus diselesaikan dulu.” “Hmm.. baiklah!” Cahaya mengambilkan makanan untuk suaminya terlebih dulu. “Kak Naufal…” Drtt.. drtt Perkataan Cahaya terpotong karena bunyi getaran ponsel milik Naufal. Naufal melihat siapa yang menghubunginya di pagi hari. “Untuk apa dia menghubungiku pagi-pagi seperti ini?” gumamnya Naufal menaruh kembali ponselnya enggan untuk menerima. Ia yakin tidak ada hal penting yang ingin temannya bicarakan. “Kok nggak diangkat, Naufal?” tanya Kirana “Nggak penting, Ma.” “Memangnya siapa yang menghu

