Beberapa hari kemudian.
Rifki dan Zaki langsung berdiri ketika pintu ruangan Naufal tiba-tiba terbuka, mereka terkejut melihat kedatangan Arkana. “Om Arkan!” ucap Rifki dan Zaki bersamaan
“Papa ngapain ke sini? Tumben nggak kasih kabar terlebih dulu?” ujar Naufal
“Apa salah jika Papa mengunjungi perusahaan putranya sendiri?!”
Naufal menggelengkan kepalanya. “Tidak ada yang salah, Pa.”
Wajah Naufal terlihat tegang karena takut tiba-tiba kekasihnya datang ke kantor. Hampir setiap hari Zaskiya datang ke kantor untuk mengunjunginya. Rifki dan Zaki merasakan hal yang sama seperti Naufal. Entah apa yang akan terjadi jika Zaskiya tiba-tiba datang bertepatan dengan adanya Arkana di ruangan Naufal.
“Kalian ada meeting?” tanya Arkana pada kedua teman Naufal
“Tidak, om! Kami hanya mengunjungi Naufal.” Arkana mengangguk mengerti
Arkana duduk di sebuah sofa yang ada di dalam ruangan putranya. Beliau menatap sekeliling, hal tersebut membuat Naufal semakin panik. Naufal takut Arkana mengetahui sesuatu yang tidak seharusnya beliau ketahui.
“Papa!” Naufal duduk di samping Arkana untuk mengalihkan perhatian orang tuanya.
“Ada apa?”
“Em.. Papa mau coffee?”
“Papa sudah memesannya, mungkin sebentar lagi datang!”
“Ah, baiklah!”
Naufal menatap ke arah Rifki dan Zaki memberikan kode pada mereka berdua untuk segera keluar dari ruangannya. Mereka harus memastikan Zaskiya tidak datang ke perusahannya. Jika hal itu terjadi akan menjadi masalah besar bagi Naufal.
“Om, saya dan Zaki keluar dulu!” ujar Rifki
“Kenapa harus terburu-buru? Kita belum berbincang.” ujar Arkana
Rifki dan Zaki tersenyum canggung. “Em.. ada urusan yang harus kita selesaikan, om.” ujar Zaki
“Baiklah!”
Naufal menghela nafas lega melihat kepergian Rifki dan Zaki. Ia harap kedua temannya mengerti arti kode yang telah ia berikan. “Naufal!” panggil Arkana
“Iya, Pa!”
“Bagaimana hubunganmu dengan Cahaya? Kalian baik-baik saja, kan?!”
Naufal tersenyum tipis mendengar pertanyaan orang tuanya. “Baik-baik saja, Pa.” sudah pasti jawaban Naufal adalah sebuah kebohongan. Justru setiap harinya ia selalu menyakiti Cahaya tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya.
Arkana menatap dingin ke arah putranya. Beliau tidak yakin dengan jawaban Naufal karena beliau tahu pasti bagaimana sikap putranya. “Jangan membohongi Papa, Naufal!”
“Apa wajah Naufal menunjukkan sebuah kebohongan, Pa?”
“—“ Arkana memilih diam lalu memalingkan wajahnya.
“Hubungan Naufal dengan Cahaya baik-baik saja, Pa. Jika terjadi sesuatu dengan hubungan kami Papa dan Mama pasti mengetahuinya.”
“Papa tidak semudah itu percaya dengan ucapanmu, Naufal! Papa tahu bagaimana kamu.” batin Arkana berucap
Tanpa menjawab perkataan putranya Arkana tiba-tiba berdiri lalu melangkah keluar meninggalkan ruangan Naufal. “Papa mau kemana?” tanya Naufal
“Papa ada urusan!”
“Hati-hati, Pa!”
“Huhh, selamat!” ujar Naufal sembari mengelus dadanya. Ia merasa lega setelah kepergian orang tuanya.
“SAYANG!” teriak Zaskiya sembari memasuki ruangan Naufal.
Deg
Naufal terkejut dengan kedatangan Zaskiya yang begitu tiba-tiba. Naufal langsung mengunci pintu, takut Arkana kembali ke ruangannya. Zaskiya menautkan kedua alisnya bingung melihat katakutan di wajah Naufal.
“Sayang, kamu kenapa?” tanya Zaskiya sembari mengelus pipi Naufal dengan lembut
“Kamu ke sini tadi nggak ada Papa, kan?” tanya Naufal
“Nggak ada. Memangnya kenapa?”
“Barusan Papa ke sini.”
“Huhh,” Zaskiya menghela nafas kasar
Zaskiya duduk di sebuah kursi yang ada di dalam ruangan Naufal. Mau sampai kapan mereka terus bersembunyi seperti ini? Zaskiya ingin Naufal mengakui hubungan mereka di depan orang tuanya.
Naufal menangkup wajah Zaskiya sembari menatapnya lembut. “Kenapa, hm?”
“Mau sampai kapan terus seperti ini? Aku juga ingin diakui oleh keluarga besar kamu.”
Naufal menghela nafas berat. Ia juga menginginkan hal yang sama, tapi karena keadaan yang membuat ia tidak bisa melakukan hal tersebut. “Ck,” decak Zaskiya
“Sayang!”
“Aku capek kamu terus menyembunyikan hubungan kita. Sedangkan istri kamu, dia bisa tinggal di Apartemen mewah, bahkan menikmati asset yang sudah orang tua kamu berikan.”
Zaskiya tidak terima dengan posisi Cahaya, seharusnya ia yang berada di posisi perempuan itu. Ia tidak mau tahu, mau bagaimanapun caranya ia harus menikah dengan Naufal! Zaskiya tidak akan membiarkan Cahaya hidup dengan kemewahan yang seharusnya ia miliki.
“Maaf! Aku…”
“Maaf kamu bilang? Seharusnya kamu melakukan sesuatu, Naufal! Aku nggak mau hubungan kita terus seperti ini.” ujar Zaskiya dengan tegas
“—“ Naufal terdiam. Ia tidak bisa berkata-kata setelah mendengar perkataan Zaskiya. Akan menjadi masalah besar jika dirinya berterus terang pada kedua orang tuanya mengenai hubungannya dengan Zaskiya.
“Ck,” decak Zaskiya karena kesal
Karena tidak mendapat jawaban apapun dari Naufal membuat Zaskiya kesal. Zaskiya berniat meninggalkan ruangan kekasihnya tersebut. Tapi baru dua langkah dengan cepat Naufal memeluk tubuh Zaskiya dari belakang. Zaskiya tersenyum smirk mendapat pelukan itu.
“Mau kemana, hm?” bisik Naufal
“Lepas!”
“Enggak! Jangan pergi kemana-mana!”
“Nggak ada gunanya aku di sini! Bahkan kamu tidak bisa melakukan apa yang aku minta.” ujar Zaskiya
Zaskiya terus menekan Naufal agar dia mau mengakui hubungan mereka di depan keluarga besarnya. Direstui atau tidak yang terpenting semua orang harus tahu jika dirinya adalah kekasih dari penerus keluarga Arkana Gemilang.
Jika semua orang tahu keluarga Gemilang tidak akan bisa berbuat apa-apa karena reputasi keluarga besarnya adalah yang paling utama. “Sabar, ya! Aku pasti akan melakukan apa yang kamu minta.” ujar Naufal
“Tapi kapan? Harus berapa lama lagi aku menunggu?”
Perlahan Naufal melepas pelukannya. Ia memegang kedua lengan Zaskiya sembari menatapnya lembut. Ia menangkup wajah Zaskiya, dan…
Cup
Zaskiya memalingkan wajahnya ketika Naufal berniat mencium bibirnya, hal tersebut membuat ciuman Naufal mengenai pipinya. Naufal menyatukan kening keduanya. Jemarinya mengelus pipi Zaskiya dengan lembut.
“Kenapa berpaling, hm?” bisik Naufal
“Aku menginginkan kemewahan seperti apa yang dirasakan istrimu.”
Naufal tersenyum mendengarnya. Sesuatu hal yang mudah untuk ia lakukan. “Akan aku berikan, tapi…”
“Tapi apa?” tanya Zaskiya
“Kita bersenang-senang terlebih dulu!”
Zaskiya tersenyum smirk. Ia mengalungkan kedua tangannya di leher Naufal. Dengan senang hati ia akan melakukannya. Melihat lampu hijau dari sang kekasih Naufal langsung menggendong tubuh Zaskiya ala bridal style. Ia membawanya masuk ke dalam sebuah kamar yang berada di dalam ruangannya.
Brugh
Naufal menjatuhkan tubuh Zaskiya di atas kasur. Ia melepas jas kantornya lalu membuangnya ke sembarang arah. Ia menindih tubuh Zaskiya tanpa space sedikitpun.
Kedua tangan Naufal menggenggam tangan Zaskiya dengan erat. “Lakukan apa yang ingin kamu lakukan, sayang!” bisik Zaskiya dengan suara lembutnya
Naufal tersenyum smirk, dan…
Cup
Naufal mencium bibir Zaskiya. Ciumannya sedikit kasar, bahkan tangan Naufal tidak tinggal diam untuk menelusuri setiap lekuk tubuh kekasihnya. Zaskiya tersenyum smrik tanpa disadari oleh Naufal. Ia sudah memiliki sebuah rencana, dan akan ia pastikan tidak akan gagal.
“Enghh,” lenguh Zaskiya
Naufal meremas pinggang Zaskiya dengan cukup kuat membuat wanita itu melenguh. Nafas keduanya terlihat tidak beraturan, namun hal tersebut tidak membuat mereka berhenti melakukannya.
“Akan aku buat benih kamu tumbuh di dalam rahimku agar apa yang aku inginkan bisa tercapai.” ujar Zaskiya dalam hati
Zaskiya meremas rambut Naufal dengan kasar ketika laki-laki itu meninggalkan bekas kemerahan di lehernya. “Sshh,” ringis Zaskiya
“Awss,”
“Jangan terlalu kencang menggigitnya, sayang!” bisik Zaskiya
“Maaf! Kamu selalu membuatku candu untuk menyentuhnya.” bisik Naufal dengan suara seraknya
••••