Verrel membuka pintu. Wajahnya berubah bengong begitu melihat dua orang di hadapannya tampak babak belur. "Kalian kenapa? Kok samaan kaya gue gini." "Kita barusan dihajar preman, Rel." Shana menjelaskan. "Sumpah? Wah, parah sih. Keknya kita semua diincer." Verrel membuka daun pintu lebih lebar. "Ya udah, masuk dulu gih." Arthur dan Shana masuk ke rumah Verrel. Arthur tampak melihat ke sekitar. "Sepi. Bokap nyokap lo nggak di rumah?" "Ya jelas enggak lah. Gile aja gue berani muncul dengan tampang babak belur begini kalau ortu gue ada di rumah. Bisa-bisa besok gue disuruh home schooling." Verrel menutup pintu kembali. "Eh, luka kalian mesti diobatin dulu nih." Verrel berlalu ke kamarnya untuk mencari kotak P3K. Setelah mendapatkan apa yang ia cari, Verrel segera

