Agatha terbangun di sebuah ruangan gelap dan pengap. Sepertinya satu-satunya akses masuk cahaya adalah dari fentilasi udara yang sempit. Tidak ada jendela. Hanya ada satu pintu yang sepertinya terkunci. Agatha menghela napas. Sepertinya, ia sedang disekap. Kenapa ia begini lemah? Kenapa ia selalu tidak bisa diandalkan? Agatha baru menyadari kalau tangannya diikat di belakang tubuhnya dan kakinya dirantai ke sebuah tiang. s**l, kalau seperti ini, Agatha benar-benar tidak bisa melepaskan diri. Agatha melemparkan tatapan tajam ke arah pintu saat pintu itu perlahan dibuka. Rupanya lorong di depan ruangan ini cukup terang. Itu memudahkan Agatha mengenali orang yang menyekapnya. Seperti yang telah Agatha duga, ia mengenali pelaku penyekapan ini. Ya, penyekapnya adalah temannya

