Akbar mengecek ponselnya yang berdering. Ada pesan masuk dari Shana. Rupanya Shana mengabarkan bahwa Verrel menghilang. "Verrel ngilang nih, Bang!" seru Akbar panik. "Hah, kok bisa? Emang siapa yang kasih tau lo?" Nizar tampak kaget mendengar informasi itu. Akbar menunjukkan ponselnya. "Shana, barusan dia kirim pesan." "Ck, mana kita dari tadi cuma ngeliatin rumah si Sena. Orangnya nggak keluar-keluar lagi dari rumah ini. Tau gitu kan kita bantuin Verrel aja." Nizar berdiri dari posisi jongkoknya. Akbar menahan agar Nizar tidak beranjak dari tempatnya. "Tunggu, Bang. Jangan-jangan dari tadi kita cuma dikelabui sama Sena." "Maksud lo, Sena udah keluar rumah lagi gitu?" tanya Nizar sambil melihat ke rumah bercat putih itu. "Mungkin aja kan. Dia bikin ki

