“Kesempurnaan bukanlah sebuah hal yang bisa diciptakan, bukan juga tak mungkin diciptakan. Kesempurnaan tergantung bagaimana kita menilai diri kita sendiri dan mensyukuri hidup.”—SENSE . . . Kyoto, 2044 Pepohonan berdaun hijau cerah berjejer sepanjang jalan yang Rei tempuh. Lelaki itu memandang sekelilingnya dengan tatapan tak asing. Teringat kembali perdebatannya dengan Raveel dan Kyouru beberapa hari yang lalu saat mereka tersadar. Ravel dan Rei sempat berdebat panjang di lobi Bandara. Mereka saling mempertanyakan identitas mereka sendiri sebelum akhirnya Kyouru menelepon dan meminta mereka untuk pulang ke apartemen dengan kata-kata yang aneh. “Aku tidak tahu siapa kalian, tetapi pengingat di jamku mengatakan aku harus menghubungi kalian dan menyuruh kalian ke sini.” begitula

