Part 74-- Maaf

1168 Kata

“Perpisahan hanyalah sebuah kata untuk berjanji bertemu kembali.”—Rei Harold.   . . . . “Hans, ternyata kau benar-benar bekerjasama dengan Ishirou?” Nada suara Rei seakan menghakimi saudara angkatnya itu. Hans bergeming. Ia melangkah dengan ringan kea rah Rei yang tersungkur di lantai. Mata lelaki itu menatap sang Sense dingin. Namun, Rei tiba-tiba meraung. Ia berusaha tetap mempertahankan kesadarannya meski kemampuan Hans ingin merebut pikirannya.   “Aku sangat ingin membunuhmu, Bocah,” ucap Hans menggantung. Ia lalu berjongkok hanya untuk menatap langsung Rei yang kesakitan. Putra Harold itu tak bisa fokus dengan kemampuan yang lain. Pikirannya seakan berada di antara pro dan kontra. Urat-urat di leher Rei mengeras sampai tampak guratan biru di lehernya yang putih. Ia masih beru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN