Part 64-- Jalan Keluar

1045 Kata

“Meski kau membenci kami sekali pun, kau tak akan pernah sanggup meninggalkan kami.”—Rei Harold. . . .   Mata Rei terbelalak saat melihat kondisi Hear. Lelaki buta itu bahkan tak bisa membuka matanya. Selang-selang di ruang gawat darurat tengah membantunya bertahan hidup. Tanpa sadar, tangan Rei mengepal. Di dalam hatinya, ia terus menerus merutuki dirinya sendiri. Matanya panas dan sembap. Ia menahan air mata kebencian sebisa mungkin. Amarah lelaki itu memuncuk.   “Kuso yaro! Ishirou! Chikuso!” Rei meninju dinding di depan ruangan gawat darurat. Ia hampir tak bisa mengendalikan dirinya untuk terus meninju dinding itu. Tiba-tiba, tangan Yuuki menahan tangan lelaki itu untuk memukul dinding.   “Percuma, kau tak akan mendapat apa pun dengan meninju dinding yang tak bersalah.” Yuuki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN