“Ketakutan terbesar selalu berasal dari diri kita sendiri.”—Yuuki Hatsu. . . . Moskow, 2043 Smartphone Elriena berdering, memainkan lagu lawas milik boyband BTS ‘Dynamite’. Wanita pirang itu segera mencari-cari benda komunikasi itu. Kebiasaan buruknya menaruh benda sembarangan memang sulit diperbaiki. Mendengar nada dering smartphone Elriena, membuat Ravell terbangun. Lelaki itu membuka matanya malas. Ia mulai menduga siapa orang yang menghubungi Elriena sepagi ini. Melihat wanitanya masih bingung mengobrak-abrik tempat tidur dan meja di samping tempat tidurnya membuat Ravell menggelengkan kepala. Mata laki-laki itu jelas-jelas melihat benda itu di samping bantal Elriena. Sambil menghela napas, Ravell mengambilnya dan mengayun-ayunkannya ke depan mata Elriena. “Wah, kau masi

