“Mencintai sungguh pekerjaan yang paling berat untuk dilakukan.”—Sora Saber. . . . Kyoto, Jepang, 2043 Butiran salju mulai turun dari langit. Awal musim dingin seakan membawa suasana haru di setiap detiknya. Seakan mendengar alunan nada yang menyedihkan, Sora melangkahkan kakinya ke luar dari mobil dengan gontai. Wanita itu kini tengah berada di depan sebuah penjara di Perfektur Kyoto. Membawa dirinya sendiri ke tempat itu membuat Sora mesti mengulang nostalgia mengerikan di pikirannya. Ia masih mengingat bagaimana merindingnya mendengar kesaksian Rei di kantor polisi atas apa yang ia lakukan tanpa sadar. Menodongkan senjata laras panjang kepada Putra Harold benar-benar di luar kewarasannya. Sebenci apa pun Sora pada Rei dulu, dia bukanlah perempuan ringan tangan berniat membunu

