“Aku tak ingin melupakanmu, tetapi jika itu membuatmu bahagia di sana, aku akan melakukannya meski berat.”—Hear Saber . . . Tokyo, 2043 Pintu penjara khusus Fuchu terbuka. Sora berjalan masuk ke dalam Lorong-lorong berisi sel-sel berbentuk tabung dan tembus pandang. Di setiap sel terdapat pendeteksi identitas dan kunci yang dilengkapi dengan sensor. Hampir semua tempat itu kosong, hanya satu yang terisi, sel milik Hans. Lelaki itu kini hampir menjalani hukuman kurungan selama setahun. Sora berhenti di depan sel Hans. Dari luar, dirinya dapat melihat Hans yang menengadah. sorot matanya tampak kosong. Lelaki itu hampir tak lagi memiliki semangat hidup. Kerjaannya hanya menatap langit-langit setiap hari. Para narapidana lain ditempatkan di kamar sel bersama tahanan lain, tetapi kare

