“Memilih mati lebih baik daripada tak berani menjalani kehidupan.”—Ishirou Mizukawa. . . . . Shinjuku, 2043 Aoi menyesap sake yang baru saja diantarkan oleh bartender. Jarang sekali wanita itu meminum minuman keras hingga membuat sang bartender menatapnya heran. Aroma anggur yang pekat tercium pekat dari mulutnya kini. Wanita berambut pendek itu menyandarkan diri ke kursi. Matanya tampak menerawang sembari melihat langit-langit. Terngiang lagi kata-kata Rodderick yang melawan perintah Ishirou untuk terus membunuh para kriminal. Lelaki itu bahkan tak lagi terlihat sejak saat itu. Aoi merasa jengkel karena lelaki yang ia agungkan—Ishirou—seakan dijelek-jelekkan oleh Rodderick. darah wanita itu telah mendidih. Ia menyesal tak membunuh Rodderick saat itu juga. Namun, amarahnya itu len

