Bab 8. Pernikahanku PoV Lisa Aku tak bisa tidur, sudah berguling ke kanan dan ke kiri. Namun, mata tak mau bersahabat, kenapa sulit terpejam? Yang ada di pikiranku Fandi, Fandi dan Fandi. Bocah itu terus yang memenuhi ruang dalam pikiranku. Aku teringat setelah dia mengantarku pulang. Dia begitu sopan permisi pada Ibu. Aku mengantarnya sampai kedepan. "Hati-hati dijalan ya," kataku padanya berbasa basi. Dia memberiku seulas senyum. "Jangan lupa mimpiin aku ya," katanya padaku. Sku sedikit mual mendengar ocehannya. "Ngapain aku mimpiin kamu. Mending aku mimpiin oppa korea." "Lebih keren aku dari oppa korea. Wajah tampan yang kamu kagumi cuma polesan plastik," ucapnya menggodaku. Dia terkikik melihat kekesalanku. "Suka suka aku lagian mana ada orang keren ngaku keren. Kamu, Dek, air

