NYANYI BARENG

1081 Kata
"Oh ya Lang, BTW nanti lu mau kan anterin gua ke rumah Mamah Reni." Tanya Dita yang berhadap hadapan dengan Gilang. "Mau ngapain." Tanya balik ke Dita sambil mengerutkan keningnya. "Dih emang nya gua engga kangen ya sama orang tua gua sendiri." Dita memanyunkan bibirnya nya yang membuat nya semakin menggemaskan. "Yaudah nanti gua anter pake Mobil papah." Gilang mengulas kan senyum di bibirnya. Dita membalas senyum dan memperlihatkan gigi gingsul nya yang membuat Dita semakin manis jika ia tersenyum. Gilang dan Dita dengan baju rapih menuruni anak tangga dan menemui Tifa dan Agung untuk berpamitan pergi ke rumah Bagas dan Reni. "Mah pah aku mau minjem mobil dong mau nganter Dita ke rumah nya." ucap Gilang sambil melirik sekilas Dita. "Loh kenapa, kalian berdua lagi berantem." Tifa mengerutkan kening karena takut jika Dita sedih karena ulah anak nya. "Eh enggak ko mah." ucap Gilang dan Dita bersamaan. "Itu mah aku mau ngambil barang barang aku yang masih di rumah Mamah Reni." Dita menjelaskan. "Ohhh ya sudah ini kunci mobil nya." Agung menyerahkan kunci mobil kepada Gilang. "Ohhh mamah kira kalian lagi berantem." Tifa merasa lega karena anaknya tidak ada masalah. Dita menggangguk sambil tersenyum manis. Selang beberapa detik. "Yaudah mah pah aku anter mau Dita dulu." Gilang berpamitan sambil menyalami tangan kedua orang tua nya. Sama dengan Gilang Dita pun ikut menyalami tangan keduanya. Lalu mereka berdua menaiki mobil Pajero sport Hitam milik Agung. Selang beberapa menit kemudian mobil Pajero sport Hitam itu keluar dari halaman rumah Gilang. Saat dalam perjalanan hanya ada hening antara mereka. Dita yang fokus ke luar jendela mobil dan Gilang yang fokus ke arah jalan karna ia sedang mengemudikan mobilnya. Cukup lama dalam perjalanan. Cukup lama dalam perjalanan. Mereka pun sampai di mansion keluarga Gifaro. Dita yang baru turun dari mobil langsung di sapa oleh penjaga kebun yang berusia sekitar 47 yaitu mang Budi. "Non, bagai mana kabar nya non." Tanya mang Budi dengan selang air di tangannya. "Alhamdulillah baik mang, mang Budi sehat." Dita menyapa mang Budi dengan seulas senyum di bibir nya. "Yaudah mang akh masuk ke dalam dulu ya." Dita meninggalkan mang Budi yang masih berdiri di depan tanaman. Saat memasuki mansion hanya terlihat para pelayan yang sedang membereskan rumah. Pelayan yang menyadari Dita langsung menunduk kan badannya tanda memberikan hormat pada Dita. Dita sebelum pergi ke kamar nya sempat melewati kamar Dafa terlihat Dafa sedang tertidur pulas di atas tempat tidur nya. Ia langsung menuju ke kamar nya yang luas. Gilang langsung mendudukkan p****t nya di tepi ranjang Dita sedang kan dita segera mengemasi buku dan beberapa barang nya yang menurut nya penting. Gilang memainkan ponselnya. Dita melihat ke benda yang selalu ia mainkan di saat ia sedang bosan benda itu ada di dekat tempat tidur nya. Ia mengambil gitar lalu ikut duduk di tepi ranjang bersama dengan Gilang. Gilang yang melihat Dita membawa gitar menyungging kan sebelah senyumannya. Duta menaruh gitar nya di pangkuannya sehingga memposisikan gitar sudah siap untuk di mainkan. jjjjrrrrengggggg "Lu bisa main gitar." Tanya gilang yang melihat Dita dari samping. "Bisa lah." Dita hanya fokus ke senar gitar. "Lu mau nyanyi lagu apa nanti gua main gitar nya." Dita menatap wajah Gilang. "Apa aja deh terserah." Gilang menaik turun kan alisnya. "Hmmm gimana kalo lagu Tegar." Dita tersenyum memperlihatkan gigi gingsul nya. "Boleh tuh." Gilang menyimpan ponsel di saku celana. "MENGAPA TELAH LAMA TAK NAMPAK DIRI MU DI SINI. JANGAN KAN INGIN KU TERSENYUM TAK ADA GAIRAH KU INGIN SLALU BERSAMA MU. KINI KU RESAH DIRI KU LEMAH TANPA MU. HOOOO GAPAI SEMUA JEMARI KU RANGKUL DALAM BAHAGIA MU KU INGIN BERSAMA BERDUA SELAMANYA JIKA KU BUKA MATA INI KU INGIN SLALU ADA DIRI MU DALAM KELEMAHAN HATI INI BERSAMA MU AKU TEGAR." Dita bernyanyi dengan suara yang lembut dan merdu sehingga membuat Gilang terpesona padanya. jjjrenggggg "Suara lu bagus banget Dit, udah cantik bisa main gitar, tapi sayang kek nya hati lo udah ada yang ngisi tapi bukan gua." ujarnya di dalam benak pikiran nya. "Gimana bagus ga suara gua." Dita mengedip ngedip kan matanya. Tapi gilang masih saja melamun. Dita menjentikkan jari tangan nya. "Oyyyy lu ko ngelamun." Dita memanyunkan bibirnya. "Eh iya kenapa." Gilang tersadar dari lamunannya. "Gimana suara gua bagus engga." "Iya bagus ko." Gilang mengangguk angguk. Selang beberapa menit mereka sudah bernyanyi bersama Dita pun telah selesai membereskan barang-barangnya. "Udah selesai beresin barang barang nya." tanya Gilang. Dita menggangguk sambil membawa koper milik nya. "Sini gua bawain kopernya." Gilang merebut koper yang ada di tangan Dita. "Ayo pulang." lanjut nya. Saat mereka sampai di ruang tamu terlihat Dafa sudah bangun tidur. Dafa sedang memainkan mainannya di karpet berbentuk angka yang berwarna warni. "Anteeeeee." panggil nya dengan teriak bahagia karna kedatangan Dita. "Dafa sayang." Dita langsung memeluk Dafa. "Ante aku kangen sama ante." Dafa melonggarkan pelukannya. "Sama ante juga kangen sama Dafa." Dita memangku Dafa yang badannya memang sangat gemuk sehingga membuat nya keberatan. "Hai om." Dafa melambaikan tangan nya pada Gilang. "Halo Dafa." Gilang membalas lambaian tangan Dafa. "Ante aku ikut Ante ya, aku kangen bobok bareng sama Ante." Dafa dengan mengerjap kan matanya. "Hmmm gimana ya." Dita menatap Gilang. "Boleh ya Ante." lagi lagi Dafa memelas aga bisa ikut dengan Dita Gilang menggangguk untuk menyetujui nya. "Yasudah boleh deh, nanti biar ante yang minta izin ke bunda kalau Dafa ikut sama Ante nginap sama Ante." Dita mengelus ngelus pipi Dafa. "yeyyyy." Dafa sangat semangat. "Yasudah ayo ikut Ante." Dita mengajak Dafa dan menggendong nya. Dafa hanya mengikut. Gilang menaruh koper di bagasi mobil dan membuka kan pintu untuk Dita karena Dita kesusahan membuka pintu saat Dafa ada di gendongan nya. Mobil Gilang mulai melaju meninggalkan kan mansion keluarga Gifaro. Saat dalam perjalanan di dalam mobil terdengar sangat ramai hanya karna Dita dan Dafa bercanda riang. Dita sesekali menggelitik perut Dafa yang buncit hingga Dafa tertawa kegelian. Mobil berhenti di Mall terdekat. "Dafa, kita main dulu yuk." Gilang mengajak Dafa dan keluar mobil lebih dulu agar bisa mambantu Dita menggendong Dafa. Gilang berlari kecil lalu membuka kan pintu mobil nya dan mengambil Dafa dari pangkuan Dita. "Yuk kita masuk." Gilang menggendong Dafa dan dengan refleks menggenggam tangan Dita. Mereka terlihat seperti pasangan suami istri yang masih muda, ya memang benar mereka suami istri yang nikah muda, ya memang benar mereka berdua sudah menikah tapi kali ini mereka berdua terlihat sangat serasi seperti pernikahan yang di dasari oleh cinta bukan karena perjodohan orang tua. Mereka pun memasuki Mall dan mengajak Dafa bermain. Setelah mereka bermain mereka pun makan di resto dalam Mall.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN