Gilang memesan makanan yang telah di pilih oleh Dita sedang kan Dafa hanya meminta s**u dan kukis kesukaan nya.
beberapa menit kemudian makanan telah di hidangkan di meja yang ada di hadapan mereka.
"Selamat menikmati hidangan nya kak." Pelayan itu mundur beberapa langkah lalu berbalik meninggalkan mereka.
"Dafa ini s**u nya." Dita menyodorkan sebuah s**u yang du pinta oleh Dafa.
"Makasih Ante." Dafa segera menikmati kukis nya.
Dita dan Gilang pun mulai menyantap makanan yang telah di hidangkan.
Gilang melihat ada makanan yang tersisa di bibir Dita tangan Gilang reflek mengambil tissue dan mengelapnya ke bibir Dita. Dita yang melihat itu sontak terdiam dan menganga karna ulah Gilang.
"Makan tuh yang bener jangan belepotan kek anak kecil." Gilang tak menyadari apa yang ia lakukan lalu melanjutkan makannya.
Dita dengan jantung yang masih gugup melanjutkan makannya.
setelah selesai makan mereka langsung pulang. Mungkin karna Dafa sudah lelah seharian bermain bersama Dita ia terlelap di pangkuannya Dita. Hari pun sudah malam kini sudah pukul 23:15.
Mobil Pajero sport Hitam memasuki mansion. Gilang membuka pintu terlebih dahulu lalu berlari kecil menuju Dita untuk membantu menggendong Dafa.
"Sini biar gua yang gendongan Dafa." Gilang dengan lembut mengambil dafa dari gendongan Dita agar Dafa tidak terganggu saat tidur.
Dita keluar dari mobil lalu mengekor Gilang dari belakang dengan koper di tangan nya.
Mereka memasuki kamar lalu menaruh Dafa di atas tempat tidur.
Dita langsung menyusul Dafa tidur di tempat tidur.
Gilang yang baru saja keluar dari kamar mandi terkekeh kecil saat melihat Dita sudah pulas di atas tempat tidur.
Gilang segera merebahkan tubuh di atas sofa.
PAGI MENYAPA
Dita bangun dari tempat tidur nya lalu bergegas ke kamar mandi membawa baju seragam sekolah nya. Setelah itu ia melihat Gilang dan Dafa yang masih terlelap ia segera membangunkan Gilang yang tidur di sofa.
"Lang.... Gilang." panggil Dita dengan suara yang kecil agar tak membangunkan Dafa.
Bukannya bangun Gilang malah menarik Dita ke dalam pelukannya. Dita tak merespon justru ia merasa kan detak jantung nya yang tak beraturan.
Duta bahkan bisa mendengar detak jantung Gilang dan deru nafas nya.
setelah beberapa menit ia segera bangun dari pelukan Gilang dan membangunkan nya sekali lagi.
"Gilang... Gilang." Dite memanggil nama Gilang yang masih terlelap.
Akhirnya Gilang membuka matanya.
Gilang yang baru saja bangun dari tidur nya melihat wajah cantik Dita yang duduk di lantai sambil bangunannya.
"Cantik banget sih lu Dit Dit setelah lulus gua bakalan menyatakan perasaan gua sama lu." Gilang bergumam dalam hati.
Dita menoyor pelan pala Gilang.
"Heh ko malah ngelamun, ayo cepetan nanti kesiangan." Dita mengerutkan keningnya.
Gilang langsung menuju kamar mandi setelah itu mereka oun sarapan.
"Selamat pagi sayang." Tifa menyayangi Dita dan Gilang sepenuhnya.
"Pagi mah." Dita duduk di samping Gilang.
"Mah, mamah mau nyoba punya cucu ga." Gilang membuka suara dan membuat semua orang tersedak termasuk Dita.
"Kalian kan masih SMA, masih sekolah masa mau bikin debay.' papah kali ini mengerutkan keningnya.
"Iya Lang." Tifa menyetujui suaminya.
"Bukan itu maksud aku mah pah, jadi kemarin aku kan nganter Dita ke rumah nya, terus Dafa mau ikut, nah mmh mau engga sementara cucu nya itu Dafa sampe nanti aku lulus sekolah." jelas Gilang panjang lebar.
sedangkan Dita hanya melotot ke arah Gilang.
"Ohhh ada di Dafa di kamar kalian."
"Iya mah, semalam Dafa mau ikut katanya kangen sama aku." Dita mengulas senyum.
"Yasudah nanti sekalian Dafa temenin mamah di rumah, kan mamah kalau di rumah cuma sendiri udah lama engga rawat anak kecil." Wajah Tifa berbinar.
Setelah selesai sarapan mereka berdua berangkat ke sekolah.
"Eh tapi Lang emmm motor gua kan di rumah mamah Reni belum di ambil."
"Yaudah lu bareng gua aja, nanti kali ada yang nanya kita jawab aja ga sengaja ketemu." Gilang menarik Dita untuk duduk di jok motor ninja nya.
motor ninja hijau melaju dengan kecepatan rata rata. Gilang yang jail sedikit mengagetkan Dita, Dita yang keget reflek melingkar kan tangannya di pinggang Gilang.
"Ishhhhh Gilang jail banget sih." Dita menggerutu.
Gilang mengarahkan kaca spion nya ke arah Dita agar ia bisa melihat wajah Dita.
motor Gilang sampai di parkiran sekolah lalu Dita turun dari motor. Gilang membuka helem nya dan menaruhnya di motor.
" Lang nanti pulang sekolah anter gua ke rumah mamah Reni ya, gua mau ngabil motor." Dita masih berdiri di dekat Gilang yang masih duduk di motor sedang membereskan rambut nya.
"Iyah." setelah mendengar jika gilang menyetujui Dita segera meninggalkan Gilang dari parkiran dan menuju kelas nya.
Ia menaruh tasnya lalu segera pergi ke lapangan untuk upacara pengibaran bendera merah putih yang rutin di lakukan setiap hari Senin.
setelah upacara selesai tangan Dita di tahan oleh Rian.
"Dit tunggu gua mau ngomong sebentar." Rian menggenggam tangan Dita.
Gilang melihat Dita dari kejauhan. Ada rasa emosi yang memuncak di hati nya.
"Ckk lu mau ngomong apa sih." Duta berdecak kesal.
Rian memposisikan badan berlutut di depan Dita.
"Lu mau ga jadi pacar gua."
mereka menjadi pusat perhatian satu sekolah sehingga Dita menjadi malu.
"Lu mau kan Dit." Rian menanyakan hal yang sama.
"Ckkk maaf Ri gua udah ada cowo." Dita menepis tangan Rian dengan pelan.
Rian hanya terdiam lalu Dita meninggalkan rian sendiri di tengah lapangan.
Dita yang menuju ke kelasnya tiba tiba di tarik oleh Gilang.
"Inget lu istri gua lu engga boleh pacaran sama cowo lain." Gilang memperingati Dita dengan wajah yang cemburu.
Gilang langsung meninggalkan Dita sendiri.
"Paan sih Luh ga jelas banget sumpah, tiba tiba narik tangan gua trus ninggalin gua sendiri." Umpat nya dengan kesal.
Dita berlari kecil ke kelas nya laku duduk di dekat Seli.
"Cieeee yang abis nolak ketua OSIS hahaha." Seli menggoda Dita dari belakang.
"Anjing gausah bahas dia lagi, jijik gua." Dita terkekeh kecil.
"Woiii yet ambilin tas gua yang ada di meja lu." Dita teriak sambil menunjuk ke arah Eli dimana ia duduk di kursi yang di meja nya ada tas Dita.
Eli melempar tas nya ke wajah Dita dengan sengaja.
"woiii bangasat lu mau cari masalah sama gua." Dita menghampiri Eli yang sedang duduk dengan santai di meja nya.
brakkkkk
Dita menendang kursi Eli hingga Eli jatuh tersungkur ke lantai.
Eli bergegas bangun ingin menampar Dita tapi dengan cepat Dita menendang Eli sekali lagi hingga ia terpentok meja.