Setelah istirahat Gilang mengajak dita untuk kembali ke parkiran. Dita pun menyetujui nya dan berjalan di samping Gilang. Saat menuju parkiran tiba tiba bahu Gilang bertabrakan oleh wanita yang menggunakan dress mini berwarna merah dengan high heels nya hingga membuat Gilang melihat ke wajah perempuan itu. Gilang kaget ketika melihat perempuan yang ia tabrak adalah mantannya Salsa yang pernah meninggalkan nya.
"Gilang." panggil Salsa yang ikut kaget karna ia bertabrakan oleh Gilang.
Gilang dengan cepat menarik tangan Dita untuk meninggalkan Salsa dan menjauh darinya.
"Eh eh pelan pelan dong narik nya, tangan gua sakit Lang." Dita meringis kesakitan dan ia juga heran mengapa Gilang menghindari perempuan yang menabrak nya.
Salsa yang melihat Gilang pergi segera mengejar nya namun ,Gilang menggunakan motor tapi dengan cepat Salsa memberhentikan taksi yang sedang lewat dan mengekor motor ninja Gilang dari belakang.
Salsa penasaran serta ingin tah siapa perempuan yang di boncengi oleh Gilang.
Saat di jalan hanya ada hening di antara Gilang dan Dita. Gilang hanya fokus pada jalanan dan menahan emosi.
"kenapa lu dateng lagi sih ke kehidupan gua, Dulu lu nyakitin gua abis abisan, tapi kenapa lu malah balik lagi ke kehidupan gua." lirih nya di dalan hati.
namun gilang di buyarkan oleh pertanyaan Dita.
"Tadi itu siapa sih Lang ko lu kek menghindar gitu." tanya dita yang penasaran dari tadi.
"Bukan siapa siapa ko, lu engga perlu mikir in dia." bohong Gilang.
"Kita makan yuk, gua laper nih." Ajak Gilang.
"Yaudah ayo cacing di perut gua juga udah nangis sesenggukan nih karna sehari an engga di kasih makan." ucap Dita yang tertawa geli.
"Ada ada aja luh." di susul oleh tawa Gilang.
"Gua bakal bawa lu ke tempat yang bagus dan indah deh." Ucap Gilang dengan semangat.
"oke pak supir." Dita tertawa.
Tak lama kemudian motor Gilang berhenti di see food di mana tempat nya dulu pernah makan bersama Salsa.
Salsa yang melihat itu merasa sangat bahagia ketika Gilang masih ingat dengan tempat see food kesukaan nya.
Dita pun turun dengan rambut yang sedikit acak acakan, Gilang segera membenarkan rambut Dita. Dita yang merasa di perhatikan, pipi nya merona merah malu.
"Itu pipi lu kenapa ko kaya di gampar in gitu pada merah." Goda gilang pada Dita yang dari tadi menahan tawa.
"Engga ko." Dita sedikit gengsi untuk jujur, yang padahal Dita sangatlah senang jika di perhatikan.
"Lu seneng ya kalo gua perhatian kek gini." Gilang makin menjadi untuk menggoda Dita.
"Ishhhh Gilang." Dita memanyunkan kan bibirnya yang membuat gilang semakin gemas.
"Lu makin gemesin tau ga kalo kek gitu." Godanya.
Dita mencubit pelan pinggang Gilang.
"Aduhhhh sakit Dit." Gilang meringis kesakitan.
"Ini kita jadi engga makan nya." Tanya Dita sambil menepuk pelan lengan Gilang.
"Iya ayok." Gilang turun dari motor dan mengajak Dita masuk ke dalam see food tersebut.
Sementara dari kejauhan Salsa sedang memanas karna melihat Gilang yang sangat mesra ke Dita. Salsa pun menghampiri Gilang yang sedang duduk di meja dan menunggu pesanan nya.
"Gilang." panggil Salsa yang berdiri di samping Gilang.
Gilang yang melihat Salsa mengikuti nya dan sekarang sedang berdiri di sampingnya mengepalkan tangannya untuk menahan emosi nya yang meninggi.
"Lu ngapain ngikutin gua kesini." Suara Gilang meninggi sehingga semua orang yang ada di tempat itu melihat ke arah nya.
Sementara Salsa yang mendengar suara Gilang marah hanya menganga tak percaya begitu pun dengan Dita.
"Tapi aku masih sayang sama kamu Lang." lirih nya.
"Ck dulu lu ninggalin gua sekarang lu ngapain dateng ke kehidupan gua lagi." Ucap Gilang dengan nanda yang sama.
"Aku nyesel Lang aku ga akan ninggalin kamu lagi." Salsa menangis dan memegang lengan Gilang.
"Ck dah lah lu balik lagi sana sama Andre, Ayo Dit kita pulang." Gilang langsung menarik tangan Dita dan mengajak nya pulang sebelum pulang ia membayar makanan yang ia pesan dan belum sempat ia makan.
"Gilanggg tunggu Gilanggg." Salsa melihat banyak orang yang menatapnya dengan rendah. Tapi Salsa tak menghiraukan itu ia segera mengejar gilang menuju parkiran.
"Gilang tunggu." Salsa menggenggam erat tangan Gilang bahkan ia sempat memeluk Gilang dari belakang.
"ck lu ngapain sih ngejar ngejar gua hah kurang cukup lu nyakitin hati gua, gua udah ga peduli sama lu bahkan rasa cinta yang dulu gua punya udah ga ada sedikit pun karna ulah lu sendiri."
Gilang segera melepaskan tangan Salsa dari tubuh nya.
"Aku masih sayang sama kamu dan aku engga percaya kalo kamu itu udah engga cinta sama aku buktinya kamu masih inget sama tempat ini, ini kan tempat kesukaan aku bahkan aku selalu ngajak kamu ke sini setiap aku laper bahkan kangen sama kamu." Jelas Salsa panjang lebar.
Dita yang mendengar itu pun merasa kesal pada Gilang.
"Udah lah gua engga peduli sama lu dan lu juga engga usah bawa bawa masa lalu, lu itu masa lalu gua dan sekarang ada cewe yang udah obat in rasa sakit gua karna ulah lu." Gilang melirik Dita dan menatap Salsa dengan emosi.
Gilang dan Dita menaiki motor ninja hijau punya Gilang.
"Tapi Lang~" Bum sempat berbicara dengan cepat Gilang meninggalkan nya sendiri.
Dalam perjalanan Dita hanya menahan emosi karna ucapan Gilang yang katanya tempat ia makan adalah tempat yang indah ternyata indah karna kenangan masa lalu. Tapi ia tak menghiraukan itu karna saat itu Gilang sedang emosi.
tak berselang lama mereka sampai di rumah. Gilang dan Dita turun dari motor dan masuk ke dalam rumah namun tidak ada siapa siapa di dalam rumah hanya ada para pelayan yang sedang membereskan rumah.
Dita langsung memasuki kamar dan mandi serta berganti baju. Berbeda dengan Gilang yang hanya melepaskan Hoodie nya dan berganti kaos dan celana selutut saja.
Dita keluar dari kamar mandi dengan setelan baju santai dan rambut basahnya. Ia melihat Gilang yang sedang menyandarkan tubuhnya sandaran tempat tidur sedang memejamkan mata nya.
Dita menaruh bokongnya nya di tepi ranjang dengan tangan yang sibuk mengeringkan rambut.
"Gilang." panggil Dita dengan pelan.
"hmmm." tanpa membuka matanya
"Gua boleh nanya engga." Tanya Dita yang menoleh ke arah Gilang.
"Tanya apa." lagi lagi gilang tak membuka matanya.
"Salsa kenapa dulu ninggalin kamu." tanya Dita dengan tangan yang masih mengeringkan rambut.
"Ck kenapa emang nya." Gilang bertanya sinis.
"Ishhh gua cuma nanya aja." Dita bangun dari duduknya pindah keja rias.
"Lu mau tau." tanya nya.
"Iya lah gua pengen tau mangkanya gua nannya kalo engga ya ngapain gua nanya."
"Yaudah sini." Gilang menyungging kan senyum.
Dita menghampiri Gilang lalu mendudukkan pantatnya di tepi ranjang sebelah Gilang.
"Jadi dulu tuh gua pacaran sama Salsa, Gua juga punya sahabat nama nya Andre terus Andre ternyata sama sama suka sama Salsa bahkan mereka nyewa 1 kamar, nah gua merogok in mereka berdua karna tingkah mereka berdua tuh udah bikin gua curiga, trus gua minta putus sama Salsa dan Salsa juga milih Andre dia juga banding banding gua sama Andre. katanya gua engga bisa ngasih kepuasan ranjang berbeda sama Andre yang selalu memuaskan ranjang."
Gilang menjelaskan panjang lebar.
"Mangkanya sikap gua selalu dingin selama ini sama semua cewe yang ngejar gua." lanjut nya lalau membuang nafas kasar.
"ohhh gituuuuu." Dita paham dengan penjelasan Gilang.
Gilang hanya mengangguk kan kepalanya.