Dita mulai menyadari bahwa ia sedang memeluk Gilang dengan sangat erat. Dengan cepat Dita melepaskan tangannya yang masih menempel di tubuh Gilang. Sedangkan Gilang hanya duduk dan tersenyum kikuk.
"Ehhhhh, Emmm maaf maaf gua ga sengaja reflek." Dengan cepat Dita melepaskan tangannya.
"Hmmmm, yaudah yok kita masuk udah malem takutnya nanti mamah sama papah liat, angin malem juga ga bagus buat tubuh." Gilang bangkit dan langsung masuk meninggalkan halaman rumah.
Dita pun mengekor di belakang.
"Tapiiiii." Dita berdiri di ambang pintu.
"Tenang aja gua ga bakal apa apa in lu ko lagian juga kita kan masih sekolah, Gua bakal tidur di sofa." Gilang melirik sekilas sofa yang tak jauh dari tempat tidur nya dan segera mengambil bantal.
Dita merasa lega tapi ia juga merasa tak enak hati pada Gilang sedangkan hatinya masih merasa gengsi untuk mengucapkan nya.
Dita segera merebahkan badannya yang mungil itu di tempat tidur. Beberapa kali ia mencuri curi pandang ke arah Gilang. Dita melihat ke arah Gilang yang terlihat telah memejamkan mata nya.
Gilang melihat Dita yang sedang mencuri pandang ke arah nya.
"Ngapain lu liatin gua, jangan jangan lu terpesona ya sama kegantengan gua." Gilang menangkap basah Dita yang sedang malu karna ketahuan oleh Gilang.
"Ih pede banget sih lu." Dita membalik posisi tidur nya karna malu.
"Bilang aja sih apa susah nya kalo gua itu ganteng dari lahir." Gilang mulai menjahili Dita.
"ihhhh lu itu jail banget sih." Dita menggerutu dan membalik badannya ke arah Gilang.
"Buaaaa." teriak Dita karna terkejut ternyata gilang sudah rebahan ada di samping nya.
"lu ngapain di situ." Dita terkejut dan sedikit memberi jarak.
"Mau tidur lah ini kan kamat gua." Gilang memejamkan matanya.
"Yaudah gua yang bakalan tidur di sofa." Dita beranjak pergi ke sofa namun Gilang menarik lengannya hingga ia terjatuh ke d**a bidang Gilang.
Dita sedikit terdiam mendengarkan detak jantung Gilang yang terdengar tepat di telinga nya.
"Ihhhh lepas ga, Gua mau tidur besok sekolah kesiangan lagi." ucapnya dengan panik.
Gilang terkekeh melihat istrinya yang kesusahan untuk bangkit karna cengkraman nya.
"lu itu o'on atau bodoh sih." Gilang mengangkat satu alisnya.
"maksudnya." Dita terheran pada Gilang.
"Besok itu minggu sekolah libur, lagian lu juga jarang masuk ke sekolah, sering bolos juga setiap jam pelajaran so so'an jadi siswa teladan." Gilang menyunggingkan senyum.
"Enghhhh yaudah gua besok mau ngumpul sama temen pagi pagi biar engga ke siangan." Dita mengelak.
"Alesan aja, udah tidur di sini gua ga bakal apa apa in lu ko." Gilang menarik Dita yang masih berada di d**a bidang nya segera tidur di sampingnya.
"Tidur atau~" Gilang terhenti saat mendengar Dita yang patuh padanya
"Iya iya gua tidur awas aja ya jangan di apa apa'in gua masih mau sekolah." ancam Dita dan menarik selimut untuk segera tidur.
"Iya bawel banget sih lu." Gilang memejamkan matanya.
**
Pagi menyapa
Dita mengerjap ngerjap kan matanya. Tapi ada yang yang menindih bagian pinggang nya terasa dan terasa sangat sesak untuk bernafas saat ia membuka matanya ia melihat Gilang yang memeluk nya dengan erat dan wajah ia ada di dalam d**a bidang Gilang.
"Aaaaaaa." Dita teriak yang membuat Gilang kaget dan terbangun.
"Buaaaaaa." Gilang sama sama kaget yang membuat nya sama sama teriak.
"Lu ngapain peluk gua." tanya Dita yang merasa jengkel.
"Lah gua kan semalem ga meluk lu tapi gua tidur." Gilang segera turun dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi untuk bersiap ke sekolah.
saat selesai mandi dan keluar dari kamar mandi ia melihat Dita yang kembali tertidur dengan pulas di tempat tidur.
"Ishhh nih anak kebo bat sih." Gilang mengering kan rambut nya yang sedikit basah menggunakan handuk kecil.
Gilang menghampiri Dita yang sedang terlelap dengan pulas.
"Lu itu sebenarnya cantik banget, manis, idung mancung, kulit putih, rambut coklat nya yang panjang yang sering di kuncir, bisa di bilang lu itu very perfect tapi gua takut kalo nanti banyak cowo yang deketin lu trus lu suka dari salah satu mereka." lirihnya.
"Gua engga mau patah hati lagi, sama kaya gua dulu suka sama Salsa, cukup Salsa yang bikin sakit hati jangan elu, ya meskipun mungkin lu terpaksa nerima ini." lanjutnya dengan lirih dan mengelus pucak kepala Dita dengan lembut dan pelan.
"Dit Dita bangun mau joging ga." tanya Gilang yang menepuk pipi Dita.
"Hmmm iya."
Dita membuka matanya dengan perlahan dan melihat Gilang dengan rambut yang sedikit basah duduk di tepi ranjang yang sedang menepuk pipi nya pelan.
"Lu ganteng banget sih, pasti banyak yang suka sama lu dan lu juga pasti tertarik sama salah satu cewe yang ngejar lu." ujarnya dalam hati.
"Hei ko malah ngelamun, mau ikut engga." Gilang mengerutkan keningnya.
"Eh iya gua ikut, tungguin." Dita pergi ke kamar mandi membawa setelan baju untuk joging.
setelah sekitar sepuluh menit kemudian Dita keluar dari kamar mandi dengan pakaian rapih.
Dita pergi meja dimana ia menaruh alat mek'up nya yang tak terlalu banyak karena ia tak terlalu suka dan tak terlalu sering ber dandan.
Dita memakai kan pelembab bibir dan body lotcion untuk tubuhnya dan segera menghampiri Gilang di bagasi dan mengendarai moto ninja nya untuk segera pergi ke taman untuk berjoging.
sekitar 120 km mereka telah sampai di taman Gilang menaruh motor ninja hijaunya di parkiran dan segera mengajak Dita berlari di sekitar taman.
Cukup lama mereka berlari dan berjalan di taman sehingga Dita mengajak Gilang untuk istirahat dan duduk di bangku taman.
"Duduk dulu yuk gua capek." ajak Dita.
"Yaudah ayu." Gilang mengekor Dita yang menuju kursi di dekat taman.
"Tunggu ya Gua beli minum dulu." Gilang pergi meninggalkan Dita untuk membeli minuman.
tak lama Gilang kembali dengan Air mineral di tangannya.
"Nih minuman dulu." Gilang menyodorkan air mineral yang ada di tangannya.
Dita mengambil Air mineral yang di berikan oleh Gilang dan menenggak nya dengan cepat.
"Pelan pelan minum nya nanti keselek." titah Gilang sambil menaruh bokongnya tepat di samping Dita.
Setelah minum ia menatap Dita yang terlihat air di atas bibir nya tentu karna sisa air yang ia minum, dengan reflek ia mengelap bibir Dita dengan pelan.
Dita hanya terdiam menegang. Terlihat pipi Dita yang memerah merona karna ulah Gilang. Baru kali ini ia baper oleh cowo yang dekat dengan nya. Tapi Gilang membuyarkan lamunan Dita dengan pertanyaan nya.
"Dit gua mau nanya, sebenernya lu itu nerima ga sih perjodohan ini." tanya gilang dengan pandangan lurus ke depan.
"Ck kalo lu tanya sebenernya gua engga setuju tapi ya udah terjadi ya mau gimana lagi, gua bakal coba buat terima ini semua." Dita menarik nafas dan menghembuskan nafas nya pelan.
"Maaf ya karna mamah lu harus kek gini." lirih Gilang.
"santai aja kali." Dita menyungging kan senyum nya.
Gilang tersenyum serta rasa bersalah.