CAPER SAMA SUAMI ORANG

1364 Kata
Dita duduk di bangku samping Seli. Pelajaran sekolah dimulai. Kringggg jam istirahat di mulai Dita segera beranjak dari tempat duduknya untuk ke kelas Gilang. Seli yang melihat sahabatnya terburu buru marasa aneh. "Lu mau kemana Dit," tanya nya. "Gua mau ke kelas Gilang takut nya dia butuh makan atau apa, Soal nya kaki nya masih sakit," jawab Dita. Dita dan seli sempat membeli makanan untuk di bawa ke kelas Gilang. Dita melihat Gilang yang duduk di kursi nya lalu ia duduk di kursi kosong yang berada di depan meja Gilang sedang kan Seli yang membawa makanan duduk di samping Dita. Di kelas gilang hanya ada Gilang sendirian dengan buku di tangannya. Gilang melihat Seli dan Dita duduk di hadapan nya dengan 3 mangkuk bakso dan 3 minuman teh botol membuat ia tersenyum kecil. "Tumben lu berdua kesini," tanyanya menatap Dita dan Seli. "Mau makan bareng sama lu, soalnya kaki lu masih sakit ga mungkin kan gua gendong lu ke kantin," jawab Dita. "Yaudah nih makan aja dulu, takut nya nanti waktu istirahat keburu habis," ucap Seli yang menaruh mangkuk bakso di meja. Dita memotong bakso yang ada di mangkuk nya namun ia merasa kesusahan. Gilang langsung merebut mangkuk yang ada di depan Dita lalu memotong nya dan menyodorkan sendok berisi bakso ke mulut Dita. "Nih gua suapin," Gilang menyodorkan sendok makan nya. Dita membelak terkejut. "Cepetan buka Mulu nya," Gilang menatap Dita. Dita membuka mulutnya lalu mengunyah bakso yang yang di sodorkan oleh Gilang. "Ehemmmm, Ada gua di sini woy," Seli yang melihat Gilang dan Dita suap suapan marasa baper terhadap mereka berdua. "Yeeee biasa aja kali yet!" dita menoyor kepala Seli sambil terkekeh bersama Gilang. Seli mengalihkan pandangannya ke arah lain. setelah selesai makan Dita kembali ke kelas nya, Saat di depan pintu kelas ia bertabrakan oleh Eli. "Heh mata lu buta ya!" bentak Eli. "Anjing lu ya!!!, kan lu yang nabrak gua!" Dita kembali membentak nya. "Heh anak b*****t kan lu yang nabrak Dita, mata lu yang buta kali ya, apa otak lu yang dangkal," ujar Seli dengan nada yang tinggi, Seli melototi Eli yang membentak bentak Dita. Dita sudah emosi pada Eli ia menyiram Eli dengan kuah bakso yang Seli bawa. Eli sempat marah tapi ia tahan karena ia langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan kan bajunya. Jam sekolah sudah habis Dita merangkul Gilang menuju parkiran dan di sana sudah ada supir pribadi yang Gilang suruh. Gilang dan Dita fokus ke handphone masing-masing. Dita yang sedang main game, sedang kan Gilang sedang chating dengan Eli yang sempat meminta nomor telepon nya tadi pagi. Dita sudah selesai main game ia beralih ke pesan di ponsel nya. [Dit...] Dita menerima pesanan dari Seli. [Iya kenapa Sel] send Seli. [Gimana sama Eli yang deket deket sama Gilang, mau gua urus sekarang atau nanti aja,] [Biar nanti aja gua yang urus kalo dia deket sama Gilang cuman buat celakain gua, gua engga akan tinggal diem] send Seli. [ok...] Gilang menerima pesanan dari Eli. [ p ] [Lang ini no gua Eli, save ya] [Iya] send Eli [Lu udah sampe rumah] [Belum gua masih di jalan, kenapa emang nya li] send Eli [Gapapa gua cuma kangen aja sama lu] [lu tuh cewe ko gombalin cowo, harus nya gua yang gombalin lu] send Eli [ yaudah gombalin gua sekarang] Dita melihat Gilang yang senyum senyum sendiri sendari tadi. "lu kenapa senyum senyum sendiri Lang," tanya nya. "ehhhh enghhhh gapapa Dit," bohong nya Gilang dan Dita turun dari mobil. Gilang di bantu oleh Dita ke kamar nya lalu dita kembali ke kamar nya. Dita segera berganti pakaian. tinggg tunggg terdengar suara bel rumah berbunyi. pelayanan datang ke kamar Dita jika ada tamu di luar. Dita segera bergegas menuju ke ruang tamu ia melihat wanita yang duduk di sofa dengan dress sebatas atas lutut dan tas mini di samping nya. ia seperti tak asing bagi Dita. lalu Dita segera menghampiri nya. Dita begitu terkejut ternyata wanita itu adalah Eli. "Lah elu, ngapain ke sini," tanyanya. "lho justru gua yang harus nya nanya kek gitu ke elu," Eli menanyakan balik. "Gu... gua... gua... lagi jaga gilang karena kaki Gilang masih sakit jadi gua harus jaga dia," jelas nya dengan gugup.l "Lu ngapain ke sini," tanya dita dengan wajah malas. tapi Eli malah menghampiri salah satu pelayan. "Anter gua ke kamar Gilang, Gilang yang nyuruh gua ke kamar nya," pelayan yang tidak tau apa apa langsung menuruti perintah Eli. Dita mengejar dari belakang. "Heh mau kemana lu!" Eli membuka pintu kamar Gilang yang tidak dikunci. terlihat hilang sedang berbaring di atas tempat tidur. Salsa duduk di tepi ranjang Gilang. "Gilang lu sakit apa, mana yang sakit biar gua obatin," ucapnya seenaknya memegang jidat Gilang Gilang yang melihat Eli di kamar nya kaget lalu bangkit dan duduk bersandar di papan ranjang. "Ko lu kesini ga bilang bilang ke gua," tanya gilang mengerut kan jidat. "Iya gua mau main aja," jawab nya dengan senyum di manis manis kan. "Alesan aja lu, lagian ga baik juga cewe main di rumah cowo," dita menyambar dengan cemberut. "Heh ikut campur aja lu, emangnya lu bukan cewe," Eli memanyunkan bibirnya dan memelas ke arah Gilang. Dita yang melihat Eli seperti itu merasa jengkel. "Gua di suruh sama Tante Tifa buat jagain Gilang jadi gapapa dong," jawabnya ketus. "Dit mending lu keluar aja gih, gua mau ngomong sama Eli," suruh Gilang dengan wajah datar. Dita jengkel dengan Gilang dan Eli, ia segera keluar lalu berganti pakaian untuk pergi ke rumah Seli. setelah lama di rumah Seli Dita pulang ke rumah nya ia sempat berdiri di depan pintu kamar Gilang tapi sepi tidak ada suaranya, ia penasaran lalu membuka pintu kamar nya terlihat Gilang sudah terlelap. Dita kembali menutup pintu kamar Gilang dan membuka pintu kamar nya dan ikut terlelap di ranjang nya. *** pagi ini kaki gilang sudah bisa berjalan maka Dita pergi ke sekolah dengan motor nya sendiri begitu juga dengan Gilang yang membawa motor sendiri. setelah sampai di parkiran dita di hampiri oleh Rian. "Dit..." panggil Rian. Dita menoleh lalu melihat Rian yang turun dari motor trail nya. "Apa" jawab nya singkat lalu melihat Gilang yang baru saja datang dan ikut memarkirkan motornya di sebelah Dita. Dita masih merasa jengkel dengan Gilang yang berani mengusirnya. ia akan sengaja dekat dengan Rian. "Ke kelas bareng gua yo," ajak Rian yang menatap wajah Dita. "Tapi kan kelas lu beda sama Dita," Gilang toba tiba ikut campur. "Trus apa masalah nya buat lu," Rian jengkel dengan Gilang yang selalu ikut campur. "Yaudah ayo Ri," Dita menerima ajakan Rian. Rian dan Dita berjalan samping sampingan meninggalkan Gilang yang masih duduk di atas motor. Gilang mengusap wajah nya gusar. kringggg istirahat telah tiba. "Lang lu engga ke kantin," tanya Eli yang melihat Gilang masih duduk di kursi nya. "Engga nanti aja," jawab nya. "Emmmm ini gua beliin minuman buat lu," Eli menyodorkan sebuah minuman botol ke Gilang. Gilang tersenyum menatap Eli dan ingin mengambil minuman yang Eli berikan. Tapi belum saja Gilang mengambil nya Dita sudah lebih dulu merebut nya. Grepppp Dita mengambil minuman itu lalu melihat nya sekilas dengan wajah tanpa salah. "Duh sweet banget sih kalian berdua," Ucap Dita menatap Gilang dan Eli yang ternganga. "Dita!" bentak Eli menatap wajah Dita. Gilang menatap Dita dengan matanya yang tajam. "Apa," jawab Dita menatap Eli dengan menyungging kan sebelah bibir nya. "Mending lu jauh jauh deh sana," lanjut nya. "Lu siapa gua ngatur ngatur gua," jawab Eli yang sedikit emosi. "Lu kek l***e anjing!, caper banget sih jadi orang," ejek seli dengan penuh sindir. "Hahaha sorry gua bukan l***e tapi buaknya lu berdua tuh yang pake susuk! biar keliatan cantik, euwwww" lanjut nya yang membuat Dita kesal karna ia tidak pernah pakai susuk. plakkk Dita menampar Eli dengan kencang membuat sudut bibir Eli berdarah. "Dita!" Bentak Gilang dengan tatapan yang tajam. Dita tak percaya jika Gilang membentak nya di depan Eli. "Mending lu keluar dari kelas gua!" lanjut nya. "Tapi Lang, dia~" belum sempat berbicara Gilang sudah memotong nya. "Engga usah tapi tapi, keluar lu sekarang," " its okay," Dita menyungging kan senyum nya lalu meninggalkan Eli dan Gilang. "Lu gapapa Li," tanya Gilang yang melihat Eli meringis kesakitan. "Gapapa Lang cuma berdarah dikit aja," Eli terlihat bahagia dalam hatinya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN