“Kakak, ayo ke sana.” Naura menarik tangan Audya setibanya di taman. Menuju tempat pedagang kaki lima berjualan. Tujuan utama ke taman ini sebenarnya untuk berolah raga. Ya sekedar lari kecil atau bahkan jalan mengitari lingkungan ini. Tapi seperti biasa, rencana tinggallah rencana. Baru tiba saja Naura sudah menariknya ke penjual nasi uduk. Bocah itu seperti sudah menahan lapar sedari tadi. Apa jangan-jangan memang Naura belum makan dan kelaparan? “Naura lapar?” tanya Audya sambil menunggu pesanannya dibuatkan. Audya bahkan langsung memesan tanpa menunggu kedatangan Argantara yang tadi masih memarkirkan mobil. Terlalu percaya diri dengan Argantara yang sebentar lagi tiba. Yang perlu kalian tahu, Audya tidak membawa uang sepeser pun. Semoga saja pria itu datang tepat waktu. Tidak mau dip

