Lee melompat setinggi mungkin ketika Jessica melemparnya dengan batu kali yang besar. Batu itu mengenai udara kosong dan terhempas ke tanah, hancur berkeping-keping. Jessica mendongak dengan raut wajah kesal. “Turun, Pengecut! Lawan aku di bawah sini!” teriak Jessica gusar. Tanpa kata Lee turun. Dia mengamati Jessica dengan intens. “Siapa kamu sesungguhnya? Kamu bukan Jessica!” ucap Lee dingin. Jessica tak sekuat ini. Gerakan perempuan ini amat mirip dengan polah ayahnya. Mengingat dulu Prof Haris pernah Jessica tergelak seakan yang dikatakan Lee adalah lelucon terkonyol sepanjang masa. Kemudian dia memandang Lee sinis. “Bagimu memang aku bukan siapa-siapa! Itu sebabnya kamu memutuskanku dan memilih gadis t***l itu. Betul, kan?” “Kita tak membicarakan masalah itu. Kau ta

