Antara Kenangan dan Kecewa

1223 Kata

Kegelapan di tangga darurat rumah sakit itu seolah menambah aura pekat yang menyelimuti Altarez. Cahaya temaram dari lampu indikator pintu keluar hanya mampu menyinari separuh wajahnya, menciptakan bayangan yang tajam dan mengintimidasi. Alta memantik sebatang rokok, membiarkan bara apinya menyala kecil di tengah kesunyian yang mencekam. Ia menghisapnya dalam-dalam, membiarkan nikotin memenuhi paru-parunya hanya untuk sekedar meredam gejolak amarah yang hampir meledak sejak kehadiran sosok di belakangnya. "Aku ikut senang jika akhirnya ada seseorang yang menerimamu dengan tulus, Kak," ucap Alex lirih. Suaranya terdengar seperti bisikan. Alta tetap bergeming. Ia membelakangi Alex, terus menatap kepulan asap rokoknya yang membumbung di udara. Ia ingin melihat sejauh mana Alex akan melangka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN