Munculnya Rival Altarez

1036 Kata

Dinding kayu rumah sederhana itu menjadi saksi bisu betapa sesaknya atmosfer di antara Ayana dan Altarez. "Ayana, tolong bantu nenek sebentar..." Teriakan dari arah dapur itu terdengar seperti peri penyelamat bagi Ayana. Ia merasa jantungnya hampir meloncat keluar karena posisi yang terlalu intim ini. Dekapan Alta bukan hanya mengunci fisiknya, tetapi juga mengunci akal sehatnya. "Nenek memanggilku," ucap Ayana lirih, suaranya sedikit bergetar. Ia berniat bangkit, berusaha mencari celah untuk melepaskan diri. Namun, harapannya pupus. Alta seolah menjadi buta dan tuli. Dengan gerakan cepat namun tenang, Alta justru memojokkan Ayana pada dinding kayu yang menjadi pembatas antara ruang tamu dan kamarnya. Alta menumpukan kedua tangannya di sisi kepala Ayana, mengurung gadis itu dalam ruan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN