"Maaf Bos Alta, Nenek akan pulang ke rumah sekarang. Nenek sudah merasa capek, kaki Nenek mulai pegal," ucap Nek Ratmi memecah keheningan yang sempat tercipta. Suaranya terdengar lembut namun tegas. "Apa Bos Alta mau ikut mampir?" tawar Nek Ratmi kemudian. Mata Ayana membelalak sempurna. Ia seketika menoleh ke arah neneknya dengan ekspresi panik yang tidak bisa disembunyikan. Jantungnya serasa melompat dari tempatnya. Bagaimana bisa neneknya yang polos itu malah mengundang serigala masuk ke dalam sarang kelinci? "Ah, Nenek...," sela Ayana cepat, mencoba memotong. "Bos Alta kan datang ke sini untuk keperluan pembangunan desa yang. Beliau pasti sibuk. Beliau bukan datang untuk sekadar bertamu di rumah reot kita." Ayana memberikan senyum canggung, berharap Alta akan mengerti. Ia sangat ber

